Nason Utii.S.E Menegaskan bawah, setiap kalian adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggung jawaban dari kepemimpinannya itu. Namun untuk menjadi pemimpin yang baik diperlukan giat-giat tertentu, sehingga akhirnya dapat menjadi pemimpin yang matang dan bijak dalam mengemban tugasnya. Adapun giat-giat menjadi pemimpin yang bijak antara lain:
Hal ini berarti orang yang temperamental, mudah marah, meledak-ledak, gampang tersinggung, sulit menjadi pemimpin bijak, jadi orang yang bijak adalah orang yang terampil mengendalikan diri. Berhati-hatilah jika kita termasuk orang yang mudah marah maka jika bertindak biasanya cenderung tergesa-gesa. Orang-orang yang emosional tersinggung sedikit oleh bawahannya akan sibuk membela diri dan membalas menyerang, ini tidak bijaksana karena yang dicari adalah kemenangan pribadi bukan kebenaran itu sendiri.
Orang yang egois jelas tidak akan dapat menjadi pemimpin bijak, karena bijak itu pada dasarnya ingin kemasalahan bersama, orang yang egois biasanya hanya menginginkan kebaikan untuk dirinya sendiri. Orang yang bijak adalah orang yang mau berkorban untuk orang lain bukan mengorbankan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri.
Akan sangat bodoh jika kita masuk hutan tanpa bertanya kepada orang yang tahu mengenai hutan. Jika kita di beri nasihat seharusnya kita berterima kasih. Jika kita tersinggung karena di sebut bodoh maka seharusnya kita tersinggung jika disebut pintar karena itu tidak benar. Jika kita alergi terhadap kritik, saran, nasehat atau koreksi maka kita tidak akan bisa menjadi pemimpin yang bijak. Jika seorang pemimpin alergi terhadap saran atau nasehat, bahkan memusuhi orang atau bawahannya yang mengkritik, maka dia tidak akan pernah bisa menjadi pemimpin yang baik dan bijak.
Rasa sayang yang ada diharapkan tetap berpijak pada rambu-rambu yang ada seperti ketegasan. Diriwayatkan bahwa orang yang dinasehati oleh Rasulullah secara bijak berbalik menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Orang-orang yang bijak akan sayang terhadap sesama. Berbeda dengan orang-orang yang hidup penuh dengan kebencian, dimana kepuasan batinnya adalah menghancurkan orang lain. Pemimpin sebaiknya memiliki kasih sayang yang berlimpah tidak hanya pada waktu di tempat tugas saja. Tetapi kasih sayangnya juga tidak hanya untuk satu pihak atau kelompok melainkan merata untuk semua golongan.
Orang yang bijak tidak hanyut oleh masa lalu yang membuat lumpuh tetapi selalu menatap ke depan untuk memperbaiki segalanya. Pemimpin yang bijak akan membangkitkan semangat bawahannya yang lemah, menerangi sesuatu yang gelap. Jika melihat orang yang berdosa, maka ia akan bersemangat untuk mengajak orang tersebut untuk bertaubat. Pemimpin yang bijak ingin membuat orang maju dan sangat tidak menyukai kehancuran dan kelumpuhan kecuali bagi kebatilan. Semangat pemimpin yang bijak adalah semangat untuk maju tidak hanya untuk dirinya tetapi juga bagi bawahannya dan orang lain disekitarnya.
Jadi yang dibutuhkan seorang pemimpin bijak adalah pribadi yang tidak emosional, tidak egois, penuh kasih sayang, cinta akan nasihat dan memiliki semangat terus menerus untuk membangun dirinya, bawahannya atau yang dipimpinnya, ummat serta bangsa ini, dia tidak akan peduli walaupun dibalik kebangkitan yang ada dia mungkin akan tenggelam. Pemimpin yang bijak tidak peduli akan popularitas dan tidak peduli dengan adanya pujian manusia karena kuncinya adalah ketulusan hati, adalah tidak akan bisa bijak jika kita selalu mengharapkan sesuatu dari apa yang kita lakukan. Kita hanya akan menikmati sikap bijak jika kita bisa memberikan sesuatu dari rizki kita, bukannya mengharapkan sesuatu dari yang kita kerjakan.
LANGKAH BERIKUT PENDIDIKAN
Dalam perkembangannya, studi tentang kepemimpinan berkembang sejalan dengan kemajuan zaman yang dikategorikan menjadi lima pendekatan yaitu : (1) pendekatan ciri, (2) pendekatan perilaku; (3) pendekatan kekuatan – pengaruh; (4) pendekaan situasional; dan (5) pendekatan integrative
Teori Genetik (Genetic Theory).
Penjelasan kepemimpinan yang paling lama adalah teori kepemimpinan “genetic” dengan ungkapan yang sangat populer waktu itu yakni “a leader is born, not made”. Seorang dilahirkan dengan membawa sifat-sifat kepemimpinan dan tidak perlu belajar lagi. Sifat-sifat utama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya.
Teori Sifat (Trait Theory).
Sesuai dengan namanya, maka teori ini mengemukakan bahwa efektivitas kepemimpinan sangat tergantung pada kehebatan karakter pemimpin. “Trait” atau sifat-sifat yang dimiliki antara lain kepribadian, keunggulan fisik dan kemampuan social. Penganut teori ini yakin dengan memiliki keunggulan karakter di atas, maka seseorang akan memiliki kualitas kepemimpinan yang baik dan dapat menjadi pemimpin yang efektif. Karakter yang harus dimiliki oleh seseorang menurut Judith R. Gordon mencakup kemampuan yang istimewa dalam (1) Kemampuan Intelektual (2) Kematangan Pribadi (3) Pendidikan (4) Status Sosial dan Ekonomi (5) “Human Relations” (6) Motivasi Intrinsik dan (7) Dorongan untuk maju (achievement drive).
Teori Perilaku (The Behavioral Theory).
Mengacu pada keterbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan melalui teori “trait”, para peneliti pada era Perang Dunia ke II sampai era di awal tahun 1950-an mulai mengembangkan pemikiran untuk meneliti “behavior” atau perilaku seorang pemimpin sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Fokus pembahasan teori kepemimpinan pada periode ini beralih dari siapa yang memiliki kemampuan memimpin ke bagaimana perilaku seseorang untuk memimpin secara efektif.
Situasional Leadership.
Pengembangan teori situasional merupakan penyempurnaan dan kekurangan teori-teori sebelumnya dalam meramalkan kepemimpinan yang paling efektif. Dalam “situational leadership” pemimpin yang efektif akan melakukan diagnose situasi, memilih gaya kepemimpinan yang efektif dan menerapkannya secara tepat. Seorang pemimpin yang efektif dalam teori ini harus bisa memahami dinamika situasi dan menyesuaikan kemampuannya dengan dinamika situasi yang ada. Empat dimensi situasi yakni kemampuan manajerial, karakter organisasi, karakter pekerjaan dan karakter pekerja. Keempatnya secara dinamis akan memberikan pengaruh terhadap efektivitas kepemimpinan seorang
Transformational Leadership.
Pemikiran terakhir mengenai kepemimpinan yang efektif disampaikan oleh sekelompok ahli yang mencoba “menghidupkan” kembali teori “trait” atau sifat-sifat utama yang dimiliki seseorang agar dia bisa menjadi pemimpin. Pdt Geradus Adii, menyampaikan teori kepemimpinan dengan menyarankan bahwa kepemimpinan yang efektif mempergunakan dominasi, memiliki keyakinan diri, mempengaruhi dan menampilkan moralitas yang tinggi untuk meningkatkan kadar kharismatiknya.
Dengan mengandalkan kharisma, seorang pemimpin yang “transformational” selalu menantang bawahannya untuk melahirkan karya-karya yang istimewa. Langkah yang dilaksanakan pada umumnya adalah dengan membicarakan dengan pengikutnya, bagaimana sangat pentingnya kinerja mereka, bagaimana bangga dan yakinnya mereka sebagai anggota kelompok dan bagaimana istimewanya kelompok sehingga dapat menghasilkan karya yang inovatif serta luar biasa.
Menurut pencetus teori ini, pemimpin “transformational” adalah sangat efektif karena memadukan dua teori yakni teori “behavioral” dan “situational” dengan kelebihan masing-masing. Atau, memadukan pola perilaku yang berorientasi pada manusia atau pada produksi (employee or production-oriented) dengan penelaahan situasi ditambah dengan kekuatan kharismatik yang dimilikinya. Tipe pemimpin transformational ini sesuai untuk organisasi yang dinamis, yang mementingkan perubahan dan inovasi serta bersaing ketat dengan perusahaan-perusahaan lain dalam ruang lingkup internasional. Syarat utama keberhasilannya adalah adanya seorang pemimpin yang memiliki kharisma.
LANGKAH YANG BERIKUT
Anda Orangnya Persuasif
Persuasif, merupakan salah satu karakteristik yang cukup penting. Apakah Anda terbiasa mengajak seseorang untuk melakukan sesuatu, kemudian ia melakukannya sesuai dengan ajakan Anda?
Atau, apakah Anda ketika menawarkan suatu ide ke orang-orang, ide Anda kerap diterima?
Anda Orangnya Inspiratif
Pemimpin yang baik dan hebat tak hanya fokus untuk menghebatkan dirinya saja. Ia juga hobi berbagi ilmu, pengalaman, pembelajaran, dan skill, kepada orang-orang di sekitarnya. Itu sebabnya, orang-orang di sekitarnya kerap menghargainya, dan juga menjadikannya harapan untuk meminta bantuan pertolongan.
Anda Orangnya Tegar
Tatkala masalah tengah menghadang, target yang hendak dicapai begitu sukar, kemudian teman-teman Anda merasa kesulitan, seperti putus asa dan mau menyerah, namun Anda tetap tegar, semangat, dan terus berusaha, itulah tanda bahwa Anda bisa menjadi pemimpin yang hebat.
Anda Orangnya Pede
Sayangnya, tak banyak orang yang pada bahwa Allah telah memberikannya potensi akal yang hebat untuk berfikir. Beruntuglah Anda, sekiranya Anda kerap memanfaatkan akal Anda tersebut untuk senantiasa pada menghadapi beraneka macam problematika kehidupan.
Selain itu, pun ternyata sifat pada itu mampu menular. Di lain sisi, berarti, Anda sangatlah hebat, sekiranya Anda senantiasa pede, kemudian orang-orang di sekitar Anda menjadi pengikut anda, karena Anda sosok.
Anda Orangnya Konsisten
Nah, sekiranya Anda punya skill konsisten, beruntunglah Anda. Puji Tuhan, Anda cocok menjadi pemimpin, agar bisa mengontrol mereka yang kurang berkonsisten.
Anda Orangnya Berpegangteguh dengan Objektivitas
Hebatlah Anda kalau Anda bisa berpegangteguh dengan prinsip-prinsip baik, yang lahir dari sikap objektif. Meskipun kadang itu pahit, laksana menggenggam bara api. Karena jika Anda fleksibel pada objektivitas, dan masih kerap subjektif, bisa-bisa orang-orang malah menginjak-injak Anda.
Anda Orangnya Tegas Membuat Keputusan
Membuat keputusan, adalah salah satu job desc rutin seorang pemimpin. Jika Anda kerap berpegang teguh pada kebenaran, meski sangat beresiko, demi bersikap objektif, maka otomatis Anda pun akan senantiasa bisa membuat keputusan yang tegas.
Anda Orangnya Disiplin
Kedisiplinan berasal dari pemahaman yang benar akan tujuan Anda, dan cara-cara mencapai tujuan Anda tersebut. Dan tentu, pemahaman yang benar seperti itu, hanya bisa didapat melalui cara berpikir yang baik. Maka dari itu, sekiranya Anda terbiasa berpikir yang baik, tanpa ada libatan emosional, dan dogma Allah, maka Anda sangat berpotensi menjadi pemimpin yang baik dan hebat.
Anda Orangnya Senantiasa Memiliki Rencana
Nah, apabila hari-hari Anda kerap produktif, karena memang Anda kerap membuat planning, sehingga kemudian rutinitas Anda berpatok pada planning tersebut yang sebelumnya telah dibahas saat rapat, berarti Anda sangatlah cocok menjadi pemimpin yang hebat, yang kemudian nanti akan mengarahkan dan mengontrol tim Anda.
Anda Orangnya Senantiasa Mengevaluasi Diri
Kurang lebih, mereka yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan mereka yang hari esok lebih baik dari hari ini. Barangsiapa yang hari esok lebih buruk dari hari ini, atau hari ini lebih buruk dari hari esok, maka, ia termasuk orang yang merugi.
Anda paham betul dengan pemikiran tersebut. Dan yang namanya paham, berarti Anda mempraktekkannya. Selamatlah Anda, sekiranya Anda senantiasa belajar, dan terus-menerus tumbuh, agar bisa menjadi lebih baik dan lebih hebat, kemudian bisa menghadapi berbagai macam masalah yang semakin hebat pula di masa mendatang.
Orang seperti Anda, sangat berpotensi menjadi pemimpin yang hebat.
Anda Orangnya Teliti
Tak jarang, suasana yang damai tanpa masalah, mulai berubah menjadi suasana penuh masalah, karena diawali dengan adanya kecerobohan. Beruntunglah Anda sekiranya berhasil mengantisipasi masalah yang mungkin Anda hadapi, namun menjadi tidak muncul, karena dari awal Anda senantiasa teliti.
Anda Orangnya Terbuka
Tidak ada orang yang suka dengan pemimpin yang diktator. Kerap, pemimpin yang baik dan hebat itu, terbuka untuk menerima masukan dari timnya, selama Anda tetap menggigit pondasi ide dan tata-cara dasar dari organisasi Anda.
Anda yang memiliki sifat senantiasa terbuka, sangat cocok menjadi pemimpin yang akan disukai timnya seperti itu.
Anda Orangnya Peduli dan Penuh Kasih
Anda sangat cocok menjadi pemimpin yan hebat dan baik, sekiranya Anda sadar dan paham, bahwa Anda dengan orang-orang lainnya yang ada di organisasi tersebut, adalah ibarat para penumpang kapal. Sesama penumpang, harus saling peduli, saling berkasih sayang, saling memberi yang terbaik, dan menjaga agar tidak ada satu orang yang tidak baik.
Karena, ibaratnya, sekiranya ada beberapa orang di bagian bawah kapal yang butuh air minum, kemudian ia malas naik ke atas untuk ambil air, lalu ia lobangi saja bagian bawah kapalnya agar air keluar, maka kapal tersebut akan tenggelam, beserta tiap-tiap orang yang ada di kapal tersebut, baik yang di bawah, maupun yang di atas.
Anda Orangnya Bisa Membaca Orang Lain
Kerapnya, pemimpin yang baik mampu memilih sikap yang baik, sesuai dengan orang seperti apa yang ia hadapi, dengan model pada seseorang seperti apa yang ia hadapi. Karena, terkadang apa maunya seseorang itu bisa terbaca, termasuk juga seseorang itu sedang tidak suka apa, bisa terbaca juga.
Seperti misalnya, biasanya orang yang duduknya agak kasak-kusuk itu, adalah orang yang tidak betah, mau segera pulang. Dan masih banyak lagi kemungkinan-kemungkianan dan hipotesis-hipotesis lainnya. Nah, apabila Anda terbiasa membaca orang tersebut, maka Anda sangat berpotensi menjadi pemimpin yang baik dan hebat.
Anda Orangnya Bisa Menerima Kritik dan Nasehat
Baguslah Anda, bisa menjadi pemimpin yang baik, sekiranya Anda terbiasa mendengarkan kritik dan nasehat dari orang lain. Karena, sering dan hampir selalu, nasehat seseorang itu tidak salah. Yang salah biasanya adalah relevansi antara nasehat dan kritik tersebut, dengan fakta yang terjadi pada diri Anda.
Itu sebabnya kan, makanya Anda biasa-biasa saja menghadapi kritik dan nasehat seseorang. Kalau memang itu sesuai dengan fakta diri Anda, yah adopsi. Kalau nggak sesuai, yasudah kasih tahu saja ke si penasehatnya, atau dalam beberapa kasus, nggak usah dipikirkan, diam aja, toh nggak relevan dengan fakta Anda kan? Hehehe…
Anda Orangnya Rendah Hati
Karena yang tak rendah hati, biasanya akan menjadi pemimpin yang diktator. Sak karepnya dewe, tak mau memahami fakta anggotanya seperti apa. Berbahagialah Anda sekiranya Anda terbiasa rendah hati, Puji Tuhan Anda bisa menjadi pemimpin yang baik, dan akan kagum bagi anggota Anda.
Anda Orangnya Optimis
Tentu, adalah lucu sekali sekiranya ada pemimpin yang pesimis. Bisa-bisa bubar deh nanti organisasinya. Sebaliknya, hebat sekalilah, sekiranya Anda termasuk orang yang optimis, karena kerap optimis itu bisa menimbulkan sekaligus melejitkan potensi skill keseluruhan Anda dan anggota Anda.
Anda Orangnya Disenangi
Meski memang logika dan pemikiran adalah yang utama, namun tidak ada salahnya bila Anda juga jago mengatur perasaan Anda dan orang lain, sebagai suatu cara saja, bukan sebagai metode baku.
Anda Orangnya Kreatif
Nyatanya, agak jarang juga sebuah organisasi itu tumbang, meskipun pemimpin dan anggotanya bagus, namun masalah yang mereka hadapi begitu besar, mereka tergerus dengan persaingan ataupun tantangan, hingga akhirnya tak ada solusi.
Itu sebabnya, bersyukurlah Anda, apabila Anda orangnya kreatif, Puji Tuhan Anda bisa berikhtiar agar organisasi Anda langgeng, mampu menggali solusi atas problematikan yang muncul kelak.
Anda Orangnya Senantiasa Terikat dengan Hukum
Apalah artinya organisasi besar dan sukses di dunia, bila seluruh anggotanya akan tersiksa di Neraka kelak? Sekiranya Anda kejam cocok, berpotensi, dan akan menjadi pemimpin, pastikan Anda tidak melanggar hukum.
- Karena tak sedikit ada organisasi yang tidak paham dengan hukum; seperti misalnya melarang anggotnya yang terlambat dalam kegiatan, memaksa anggotanya Anda untuk hukumannya yang berlebihan, pasti dia tersinggun. maka itu hukum yang berlaku dalam organisasi akan berantakan, untuk itu ada inisiatif yang baik kepada bawaan Anda. akhirnya Nama baik Anda terpopuler.

Semangat luar biasa Bapak
BalasHapus